Artikel

Tuesday, November 3, 2009
Polemik Bank Century


TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui laporan atas kucuran dana talangan kepada bank gagal Bank Century baru dilakukan 25 November 2008, atau empat hari setelah keputusan penyelamatan diambil oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

“Pak Wakil Presiden mengatakan tanggal 25, saya rasa beliau benar. Untuk itu dia yang menginstruksikan penangkapan Robert Tantular,” kata Sri usai rapat dengar pendapat dengan Komisi Keuangan dan Perbankan kemarin.

Ketika ditanya mengapa laporan dilakukan setelah pengambilan keputusan, Sri hanya menjawab, “Tapi berarti benar kan saya melapor. Benar tidak? Lapornya benar.”

Sri menjelaskan, Undang-Undang Lembaga Penjamin Simpanan dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Sistem Keuangan mengamanatkan langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah, yaitu Menteri Keuangan, bersama Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan.

Dia merasa telah menjalankan seluruh prosedur, mulai dari melaporkan kepada Presiden, atau kepada Wakil Presiden jika Presiden berhalangan. Instruksi Presiden kepadanya agar menjaga stabilitas seluruh perekonomian, hingga koordinasi dengan Bank Indonesia. “Jadi itu semuanya dilakukan oleh kami,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah yang dimaksud dari amanat undang-undang adalah hanya sekadar melaporkan bukan meminta perizinan, Sri enggan menjawab. “Kalimat sekedar kan seperti menyepelekan, saya tidak mau apalagi dalam bulan puasa ini, kalian cek saja dalam aturannya,” katannya.

Pasal 9 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan menyebutkan Komite Stabilitas Sistem Keuangan menyampaikan laporan mengenai pencegahan dan penanganan krisis kepada Presiden. “Kalau dalam undang-undang disebutkan pengambilan keputusannya pemerintah, pemerintah itu berarti kami harus konsultasi pada presiden. Kalau presidennya lagi pergi, ya kami ke wakil presiden,” Sri menegaskan.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dirinya tidak mengetahui proses bail out dan tidak pernah dilapori sebelumnya oleh pejabat berwenang. Dia menyayangkan penjelasan Menteri Keuangan (kepada sejumlah wartawan melalui pesan singkat elektronik), Kalla telah diberi tahu. "Seakan-akan Saya diberi tahu per tanggal 22 November 2008," ujarnya.

Menurut Kalla, Sri Mulyani mengatakan Komite Kebijakan Sektor Keuangan memutuskan bail out Bank Century pada 21 November. Lalu, Menteri Keuangan melapor ke Kalla pada 22 November. Sehari setelah laporan atau 23 November, dana talangan ke Century dicairkan. "Padahal sebetulnya tidak," katanya.

Kalla lebih lanjut membeberkan baru mendapat laporan pada 25 November. Laporan tidak mungkin dilakukan pada 22 November karena saat itu hari Sabtu. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia Boediono, melaporkan situasi Bank Century.

"Saya langsung mengatakan masalah Century bukan masalah karena krisis tapi itu perampokan, kriminal, karena pengendali bank ini merampok dana Bank Century dengan segala cara termasuk obligasi bodong yang dibawa ke luar negeri," ujarnya.

Menurut Sri, penanganan Century juga dikomunikasikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Laporan dilakukan secara prosedural, mulai dari perkembangan sektor keuangan secara keseluruhan yang mulai mengalami tekanan hingga laporan Gubernur Bank Indonesia saat itu, Boediono, yang menyampaikan beberapa kondisi perbankan yang menghadapi tekanan. “Semuanya disampaikan,” katanya.

Ketika itu, kata dia, Bank Indonesia menyampaikan akan ada krisis sistemik di perbankan. “Termasuk adanya yang mengalami tekanan likuiditas yang sangat dalam,” kata Sri.

sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/fo...01-817,id.html

belum ada tindak lanjut laporan kok sudah dicairkan yah????




Dua Remaja Mesum di Kampus UMM

Selasa, 3 November 2009 | 08:57 WIB

MALANG, kompas..com - Sepasang remaja bercumbu mesra di siang bolong. Rekaman video berdurasi 12 menit dan 27 detik ini beredar luas di kalangan mahasiswa di Malang. Isinya memperlihatkan dua pasang remaja tengah bercumbu dengan adegan yang lumayan menantang di lingkungan kampus mewah dan besar di Malang, yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Memang, dua pasang remaja di video itu tak sampai telanjang, tapi bisa dibilang apa yang mereka lakukan terhitung tidak patut dilakukan di tempat umum, apalagi di lingkungan sebuah lembaga pendidikan.

Video tersebut sudah beredar luas di kalangan mahasiswa dari satu flashdisk ke flashdisk lain, dan akhirnya beredar luas di warnet sekitar kampus itu. Karena file video ini cukup besar, diperkirakan rekaman ini tidak beredar antarponsel. Sementara dari jenis file dan ketajaman gambarnya, diperkirakan video ini diambil dengan handycam.

Dari isu yang beredar di kalangan mahasiswa, baik 'pemain' maupun pembuat video ini diduga sama-sama mahasiswa. Kabarnya, pasangan remaja mesum yang ada dalam video ini merupakan mahasiswa fakultas ekonomi. Sementara, diisukan pula, video ini diambil diam-diam oleh para mahasiswa dari jurusan psikologi.

Banyak yang meyakini adegan mesum ini dilakukan di kampus tersebut, tepatnya di balkon kampus Gedung Kuliah Bersama (GKB) 11. GKB 11 merupakan kampus fakultas ekonomi serta fakultas peternakan dan perikanan.

Dugaan bahwa adegan tersebut dilakukan di lingkungan kampus, juga dikuatkan dengan spanduk putih bertuliskan program kerja sama Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Ternama di Malang dengan salah satu perusahaan swasta asing, yang bisa dilihat jelas dalam video.

Namun, Kepala Humas UMM, Drs Nasrullah, berpendapat lain. Dia meyakini, rekaman itu sudah lama dibuat. Alasannya, melihat spanduk kegiatan yang terlihat dalam rekaman video, dia yakin rekaman ini sudah setahun lulu.

"Saya juga tidak yakin yang ada di video itu mahasiswa UMM. Badan mereka terlalu kecil," kata Nasrullah.

Rektor UMM, Prof Dr Muhadjir Effendy, mengaku prihatin dengan adanya video yang diakuinya mempermalukan nama besar lembaga ini. Namun, dia tidak mau terburu-buru menjustifikasi bahwa pelaku yang ada dalam video itu mahasiswa UMM.

"Pasalnya, satpam kampus kami memang sering menangkap basah pasangan mesum di dalam kampus. Mereka selalu orang luar," kata Muhadjir, Senin (2/11).

Rektorat, lanjut Muhadjir, tidak akan tinggal diam dengan adanya video ini. Dia mengatakan akan secepatnya mengusut, apakah benar pelaku dalam video ini mahasiswa UMM.

Ketika dihubungi semalam, Muhadjir memang tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Kalau memang benar pelaku dan yang merekam video itu mahasiswa UMM, akan kami pecat dua-duanya," katanya dengan nada tinggi.


source: http://megapolitan.kompas..com/read/....di.Kampus.UMM

anak muda jaman sekarang . . . . ga ada duit buat nyewa hotel, di kampus pun jadi
ck ck ckkasiaaaan bgt....
pa perlu di subsidi yah wt tempatnya???





Talking Demokrat: Andi Mallarangeng Cocok Jadi Menpora Karena Jago Bermain Tenis

JAKARTA, kompas..com — Kritik tajam dilayangkan atas penempatan menteri yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada kabinet barunya. Di sejumlah pos kementerian, Presiden dinilai menempatkan orang-orang yang tidak ahli di bidangnya.

Partai pengusung SBY, Demokrat, membalas kritik tajam tersebut. Ketua DPP Partai Demokrat Djafar Hafsyah mengatakan, penempatan para menteri dinilai sudah tepat. Ia mencontohkan kader Demokrat, Andi Mallarangeng, yang ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga merupakan salah satu indikator ketepatan SBY menempatkan orang. Apa indikator ketepatannya?

"Andi itu seorang profesional dan dia pemain tenis yang baik," kata Djafar ketika berbicara pada diskusi "Menagih Janji SBY-Boediono" di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (23/10).

"Andi bermain tenis cukup bagus. Masak menteri olahraga tidak bisa main olahraga. Kalau cuma bisa lari pagi kan tidak pas,"
tutur Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.

Di samping itu, menurut dia, usia Andi yang relatif cukup muda membuatnya pas menempati pos tersebut. "Andi masih muda, pekerja politik. Empat tahun jadi Juru Bicara Presiden tidak pernah salah. Saya pikir dia bisa jadi idola para pemuda dan mendorong kemajuan dunia olahraga," kata Djafar.

Tak hanya Andi, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring asal PKS juga dinilai tepat menduduki posnya. "Karena dia seorang insinyur," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPD asal Sulawesi Barat, M Asri, mengatakan, SBY hanya memberikan ukuran kuantitatif untuk membagi porsi menteri bagi mitra koalisinya.

"Kalau dari parpol, ukurannya jelas, ada yang dapat 3,4,5 kursi. Adapun untuk kalangan profesional justru tidak jelas bagaimana indikatornya," kata Asri.

http://nasional.kompas..com/read/xml...k.Jadi.Menpora